Seharusnya Kesaksian LHI Cukup Dijawab Julian Aldrin Pasha

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 11 Oktober 2013, 08:25 WIB
Seharusnya Kesaksian LHI Cukup Dijawab Julian Aldrin Pasha
ari junaedi/net
rmol news logo . Presiden SBY, sejatinya, tidak perlu membantah kesaksian Luthfi Hasan Ishaaq secara langsung. Dengan komentar secara langsung, publik juga akan menganggap ada sesuatu yang heboh di balik kasus impor sapi.

"Nyanyian tersangka di pengadilan baiknya cukup dijawab Julian Adrian Pasha," kata pengajar komunikasi politik di Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 11/10).

Seharusnya, tegas Ari, SBY cukup berkomentar soal-soal kenegaraan yang strategis saja. Misalnya soal semakin mahalnya biaya langganan listrik atau semakin tingginya biaya hidup sekarang ini.

Presiden SBY terlihat marah dan kesal dengan pernyataan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (KPK) pada Kamis kemarin (10/10).

Dalam sidang itu, Luthfi mengatakan bahwa Bunda Putri merupakan orang dekat SBY. Peran Bunda Putri selama ini adalah penghubung antara pembina-pembina partai. Luthfi sendiri mengaku dikenalkan dengan Bunda Putri oleh Ketua Dewan Syura PKS, Hilmi Aminuddin, dan beberapa kali sudah bertemu dengan Bunda Putri.

"Bunda puteri orang yang sangat dekat dengan presiden SBY, 1000 persen Lutfi bohong," tegas SBY dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdana Kusuma, Kami malam. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA