Elit Polri Lebih Sibuk Bermanuver untuk Suksesi Kapolri daripada Ungkap Kasus Penembakan Misterius

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 09 Oktober 2013, 08:12 WIB
Elit Polri Lebih Sibuk Bermanuver untuk Suksesi Kapolri daripada Ungkap Kasus Penembakan Misterius
ilustrasi/net
rmol news logo . Berbagai Kasus penembakan misterius terhadap polisi kelas bawah seakan-akan terlupakan.

Kini, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 9/10) elit-elit Polri tampaknya lebih sibuk bermanuver untuk suksesi Kapolri baru ketimbang berupaya membantu memberi strategi untuk memburu pelaku penembakan.

Neta mengingatkan, selama empat bulan terakhir terjadi 25 kasus penembakan misterius di seluruh wilayah Indonesia, dan hanya satu pelakunya yang tertangkap. Kasus penembakan misterius ini menjadikan polisi sebagai korban.

Dalam tiga bulan, Neta mencatat, ada delapan kali penyerangan pada polisi. Enam polisi ditembak, satu polisi dirampok saat bertugas dan satu lagi rumah polisi ditembaki.

"Ironisnya hingga kini tidak satupun pelakunya tertanggap. Bahkan tidak ada progres penanganan kasus tersebut yang dipublikasikan Polri ke masyarakat," demikian Neta. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA