Ijtimak adalah peristiwa ketika bujur ekliptika matahari dan bujur ekliptika bulan berada pada bujur astronomi yang sama. Posisi matahari dan bulan pada bujur astronomi atau dawair al buruj yang sama ini menjadi pedoman menentukan masuknya bulan baru Qomariyah.
Demikian hasil perhitungan PP Muhammadiyah berdasarkan
hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PP Muhammadiyah pun menyimpulkan, tanggal 1 Dzulhijjah sudah jatuh pada hari Minggu kemarin (6/10).
Dengan demikian, Hari Raya Kurban, atau Iedul Adha, sebagaimana keterangan PP Muhammadiyah yang ditandatangi oleh Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 7/10), jatuh pada Hari Selasa tanggal 15 Oktober 2013.
Iedul Adha dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Dalam menentukan awal bulan Hijriyah, Muhammadiyah menggunakan metode
hisab hakiki wujud al hilal. Dengan metode ini, awal bulan hijriyah dapat ditetapkan jika setelah ijtimak, saat matahari terbenam posisi bulan berada di atas ufuk. Dalam menentukan ijtimak, Muhammadiyah juga menggunakan
ijtimak qablal ghurub dawair al buruj yang selama ini menjadi pedoman menentukan masuknya bulan baru Qomariyah.
[ysa]
BERITA TERKAIT: