"Dengan demikian, Hari Raya Iedul Adha 1434 H (tanggal 10 Dzulhijjah) jatuh pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2013 M," kata Ketua Umum PP Persatuan Islam, Prof. Dr. KH. Maman Abdurrahman, dalam keterangan tertulis, Minggu kemarin (6/10).
PP Persis, ungkap Maman Abdurrahman, menentukan awal bulan Dzulhijjah 1434 H, sebagaimana awal bulan yang lain, berdasarkan hasil pehitungan
hisab dan
rukyat. Sementara metode yang digunakan Persatuan Islam adalah metode
hisab imkan al rukyat.
"Terdapat tiga orang yang memenuhi syarat secara
syar’i yang melihat hilal dan kesaksiannya dinyatakan sah. Dan didapatkan bukti bahwa citra visual hilal di bawah kriteria di atas dapat terlihat," jelas Maman Abdurrahman.
Persatuan Islam menggunakan metode
hisab imkan al rukyat, atau batas kemungkinan hilal untuk diamati dan di-rukyat. Dengan metode ini, meski menggunakan metode hisab, namun Persatuan Islam juga tidak meninggalkan metode rukyat sepenuhnya. Bagi Persatuan Islam, tidak mungkin ada hisab tanpa rukyat dan rukyat yang baik memerlukan panduan hisab.
Dengan metode ini, Persatuan Islam pun menentukan kriteria hisab. Awal bulan hijriyyah dapat ditetapkan jika setelah terjadi ijtimak, beda tinggi antara bulan dan matahari minimal 4 derajat. Di sisi lain, bagi Persatuan Islam, jarak busur antara bulan dan matahari minimal sebesar 6, 4 derajat. Kedua kriteria ini sudah memperhitungkan kecerlangan langit, hamburan cahaya senja, umur bulan, beda azimuth, iluminasi bulan, serta faktor cuaca lainnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: