HUT TNI

Tak Boleh Berpolitik Praktis, Tapi TNI Harus Paham Politik Negara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 05 Oktober 2013, 06:25 WIB
Tak Boleh Berpolitik Praktis, Tapi TNI Harus Paham Politik Negara
tni/net
rmol news logo . Hari Ulang Tahun (HUT) TNI yang ke-68 harus menjadi momentum baik untuk refleksi dan introspeksi sekaligus sebagai pembangkit semangat prajurit.

Tentu saja, kata anggota Komisi I dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, di antara semangat prajurit TNI itu, selain tidak boleh berpolitik praktis, juga harus dibekali dengan pendidikan atau pengetahuan politik negara. Dengan pendidikan dan pengetahuan ini maka prajurit TNI bisa memahami realitas politik negara saat ini.

"Prajurit TNI harus memahami politik negara, meskipun tak berpolitik praktis. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan guna menjaga kedaulatan NKRI ini," kata Susaningtyas kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 5/10).

Di saat yang sama, lanjut Susaningtyas, TNI juga harus terus meningkatkan profesionalisme dan pengetahuan akademiknya. Terutama lagi, perwira pengawak alat utama sistem senjata (alutsista) harus terus diberi kesempatan upgrading sehingga bisa mengikuti perkembangan teknologi alutsista.

"Alutsista yang kita miliki tentu harus konsisten dengan renstra dan kebijakan minimum essential force, jangan nantinya saat ganti pimpinan ganti pula renstra yang pastinya berdampak pada budgeting dan lain-lain," demikian Susaningtyas. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA