Tentu saja, kata anggota Komisi I dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, di antara semangat prajurit TNI itu, selain tidak boleh berpolitik praktis, juga harus dibekali dengan pendidikan atau pengetahuan politik negara. Dengan pendidikan dan pengetahuan ini maka prajurit TNI bisa memahami realitas politik negara saat ini.
"Prajurit TNI harus memahami politik negara, meskipun tak berpolitik praktis. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan guna menjaga kedaulatan NKRI ini," kata Susaningtyas kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 5/10).
Di saat yang sama, lanjut Susaningtyas, TNI juga harus terus meningkatkan profesionalisme dan pengetahuan akademiknya. Terutama lagi, perwira pengawak alat utama sistem senjata (alutsista) harus terus diberi kesempatan
upgrading sehingga bisa mengikuti perkembangan teknologi alutsista.
"Alutsista yang kita miliki tentu harus konsisten dengan renstra dan kebijakan
minimum essential force, jangan nantinya saat ganti pimpinan ganti pula renstra yang pastinya berdampak pada
budgeting dan lain-lain," demikian Susaningtyas.
[ysa]
BERITA TERKAIT: