Insan Perfilman Indonesia Harus Belajar dari Sutradara Chaerul Umam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 04 Oktober 2013, 09:55 WIB
Insan Perfilman Indonesia Harus Belajar dari Sutradara Chaerul Umam
chaerul umam/net
rmol news logo . Banyak orang yang merasa kehilangan Chaerul Umam, salah seorang tokoh senior dunia perfilman nasional, yang menghembuskan nafas terakhir pada Kamis kemarin (3/10).

Tak terkecuali adalah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Surahman Hidayat. Bagi Surahman, mantan Ketua Lembaga Seni dan Budaya PP Muhammadiyah itu berhasil membangkitkan perfilman Indonesia, yang pada tahun 1990-an sedang lesu. Saat itu, Chaerul Umam membuat terobosan dengan membuat film religi.

Surahman pun berpandangan, insan perfilman bisa mengambil teladan dari sutarada film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) itu.

"Insan perfilman harus memiliki kesadaran bagaimana film tidak hanya menjadi sebuah hiburan, tetapi di dalamnya harus juga ada nilai-nilai pendidikan dan moralitas," demikian  Surahman.

Chaerul Umam meninggal dunia pada usia 70 tahun sekitar pukul 15.30 WIB, Kamis kemarin (4/10), setelah berjuang melawan penyakit stroke. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA