"Kalau mau bikin mobil murah saya setuju kalau model mobil Esemka, karena itu prinsipalnya di kita," terang Jokowi saat bertandang ke redaksi Rakyat Merdeka Group, Gedung Graha Pena, Jakarta, sore tadi (Kamis, 26/9).
Mestinya kata Jokowi, yang jadi prioritas adalah transportasi murah. Dengan begitu problem kemacetan yang selama ini terjadi bisa teratasi.
Dia juga mengungkapkan, pihaknya masih berpikir untuk memberlakukan pembatasan nomor kendaraan ganjil-genap, karena jika dibatasi, separuhnya mesti ditampung oleh tranportasi umum. Padahal, tranportasi umum belum tertata dengan baik.
"Saya baru pesan lagi 400 busway dan 60 yang sedang. Nanti tahun depan akan ditambah lagi 1.000 busway," pungkasnya.
[dem]