"Disinilah saya terlahir dan digembleng oleh orang tua bahwa hidup adalah berjuang, mengabdi, dan berbagi, oleh karena itu saya meminta doa restu dari ibu dan masyarakat di sini," ujar Ali Masykur Musa di Ketanon, Kamis (26/9).
Cak Ali, panggilan akrabnya, dalam rilisnya menceritakan, semasa kecil dahulu orang tua-nya mendidik dalam nuansa yang kental akan keagamaan dan kesederhanaan.
"Almarhum bapak saya petani, ibu saya berjualan di warung. Kebetulan keduanya juga mengajar ngaji kepada siapa saja yang datang kerumah. Jadi, saat pagi sebelum sekolah saya bantu ibu dulu di warung, setelah sekolah saya bantu almarhum bapak di sawah, sore hari saya belajar ngaji bareng teman-teman," kenang pria yang kini menjabat sebagai Anggota BPK ini.
Oleh karena itu, menurut Cak Ali, kesediannya menerima tawaran menjadi peserta konvensi calon presiden itu didorong oleh niat untuk berbakti melalui ilmu dan pengalaman yang didapatnya selama ini, dari berbagai amanah yang pernah dijalani baik di organisasi maupun di pemerintahan. "Niat saya semata mengabdi kepada masyarakat, mohon dido'akan, semoga berkah," ujar tokoh muda NU ini dengan mantap.
Selama di Tulungagung, selain minta do'a restu kepada ibu dan masyarakat sekitar, Cak Ali juga menghadiri serentetan acara, diantaranya berdialog dengan para petani budidaya ikan air tawar, ta'aruf kebangsaan bersama warga Tulungagung lainnya, dan silaturahim dengan keluarga besar NU.
[zul]
BERITA TERKAIT: