"Pak Amien hanya bermaksud agar rakyat, dalam memilih pemimpin, juga harus mempertimbangkan gagasan, visi, kepemimpinan, dan integritas. Pak Amien sama sekali tidak bermaksud menyerang Jokowi secara pribadi," kata Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad H Wibowo, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 26/9).
Menurut Dradjad, sikap Amien Rais tersebut merupakan panggilan agar rakyat bisa diberikan pendidikan politik demi menciptakan demokrasi yang lebih mengedepankan gagasan dan hal-hal substantif, ketimbang popularitas semata. Sikap Amien ini juga dilatarbelakangi oleh figur Amien yang merupakan akademisi atau seorang gurubesar dalam ilmu politik.
Apalagi, lanjut Dradjad, dalam beberapa kali pengalaman Pilkada, Pemilu dan Pilpres, masyarakat akhirnya kecewa dan merasa salah memilih pemimpin karena terjebak dan terpesona pada popularitas belaka. Dari sisi ini, Amien Rais berusaha agar popularitas, yang seringkali bersifat emosinal dan bertumpu pada histeria publik yang hiper-realitas, tidak lagi menjadi dasar pertimbangan dalam memilih pemimpin. Amien Rais mengingatkan rakyat agar lebih mempertimbangkan persoalan-persoalan substansial.
"Di sisi lain, kritik Pak Amien bisa menjadi cambuk bagi Jokowi untuk menunjukkan gagasan, visi, kepemimpinan, dan integritasnya," jelas Dradjad, yang juga dikenal sebagai ekonom senior yang dalam beberapa kesempatan sering manawarkan kebijakan ekonomi alternatif, ketika kebijakan pemerintah dinilai publik tidak berpihak pada kepentingan nasional.
Pada Selasa lalu (24/9), saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Amien Rais menyamakan Jokowi dengan mantan Presiden Filipina Joseph Estrada. Keduanya sama-sama dipilih rakyat karena popularitasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: