Polarisasi di Internal Demokrat Tak Terhindarkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 26 September 2013, 08:59 WIB
rmol news logo Polarisasi di internal Demokrat mengadapi konvensi penjaringan calon presiden tidak bisa dihindarkan. Karena setiap anggota berhak untuk menyatakan dukungan kepada salah seorang dari 11 peserta.

"Memang harus ada polarisasi. Bebas semua. Karena 11 orang ini calon presiden dari Partai Demokrat," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka Online  pagi ini.

Meski begitu, Sutan mengaku sampai saat ini belum menentukan pilihan, siapa yang akan ia dukung. Karena masih mempelajari dan melihat gaya ke-11 calon tersebut.

"Saya akan mendukung orang yang saya anggap nanti cocok dengan saya, cocok dengan ide saya. Saya bikin istilah pemimpin sendiri. Ada BBM, bersih, berani, dan merakyat. Dan ada SDM, selamatkan diri masing-masing. Mana yang BBM dan SDM, perlu waktu. Saya mau melihat visi-misi dan gaya mereka dulu," jelasnya.

Dari 11 peserta, ada empat orang kader Demokrat, yakni Pramono Edhie Wibowo, Hayono Isman, Marzuki Alie, dan Sinyo Harry Sarundajang. Tujuh orang lainnya ialah Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Dino Patti Djalal, dan Irman Gusman.

Soal adanya desakan agar pejabat publik yang ikut konvensi untuk mundur, Sutan memaklumi. Tapi harus dikembalikan ke masing-masing calon.

"Ini sebenarnya kekhawatiran rakyat apakah mereka bisa optimal, bisa mengatur waktu. Karena kan 8 bulan ini. Kalau mereka bisa mengatur waktu, kenapa tidak? Jadi kembali ke masing-masing. Disuruh mundur, kurang elok," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pada Pemilu 2009 lalu, SBY yang juga maju sebagai peserta, tetap menjalankan tugas sebagai Presiden. Karena tidak mungkin jabatan itu ditinggalkan. "Habibie juga kan punya jabatan 25 pada saat bersamaan. Bisa dia. Jadi saya kira (peserta konvensi) bisa (itu membagi waktu)," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA