"Dua pos pelayanan ini diharapkan akan mendekatkan, memudahkan, dan menyamankan pelayanan masyarakat calon TKI, dan diharapkan masyarakat sudah bisa mengurus dokumen ketenagakerjaan secara resmi. Jangan ada lagi TKI tak berdokumen resmi yang nekad berangkat bekerja di luar negeri," kata kata Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, saat berdialog dengan warga Flores Timur di Kantor Kecamatan Solor Timur, Rabu kemarin (25/9).
Jumhur menjelaskan, kunjungan kerjanya ke NTT kali ini dalam rangka memastikan mengenai rencana akan dibukanya dua kantor P4TKI tersebut. Sebelumnya juga, BNP2TKI bersama TIFA Foundation dan USAID melakukan investigasi langsung ke beberapa daerah kantong-kantong TKI di NTT khususnya yang diduga menjadi kantong TKI non-prosedural. Kabupaten Flores Timur termasuk salah satu daerah yang diduga banyak TKI non-prosedural yang berangkat bekerja di Malaysia.
Jumhur menambahkan, keberangkatan TKI tak berdokumen resmi yang bekerja ke luar negeri memang menyengsarakan TKI bersangkutan. Pemerintah pun, juga kesulitan untuk memberikan bantuan pada TKI tak berdokumen resmi manakala menemukan masalah kerja.
"Yang lebih memprihatinkan lagi, keberadaan TKI tak berdokumen resmi yang bekerja di luar negeri rawan dijadikan obyek eksploitasi perdagangan manusia. Tindak perdagangan manusia itu termasuk dalam kategori kejahatan kelas dunia setingkat dengan tindak kejahatan teroris dan sindikat narkoba," demikian Jumhur.
[ysa]
BERITA TERKAIT: