LAZISMU Siapkan Kurban Pak Kumis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 26 September 2013, 07:53 WIB
LAZISMU Siapkan Kurban Pak Kumis
rmol news logo Menghadapi Hari Raya Idul Kurban 1434 H, LAZISMU menyuguhkan Kurban Pak Kumis, program penghimpunan dan penyaluran hewan kurban yang akan digelar di 100 titik distribusi bersama 80 jejaring yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perhelatan akbar ini tentu bukan untuk meramaikan Lebaran Haji, namun untuk memberikan alternatif pilihan berkurban berdasarkan perintah agama sesuai dengan sasaran yang telah diprioritaskan.

Memang secara umum daging kurban yang disembelih disalurkan kepada penerima manfaat. Hanya saja problemnya adalah distibusi kurban yang ada berpotensi tidak merata. Kebanyakan hewan kurban tersebut dikemas dan terkonsentrasi di wilayah tertentu.   

Direktur Fundraising LAZISMU Nanang El-Ghazal menuturkan, dari sisi permintaan ada kenaikan tiap tahunnya, dan ada hewan yang disembelih. Selebihnya, distribusi hewan kurban tersebut masih terkonsentrasi di kota-kota besar atau wilayah tertentu.

Nanang menambahkan dalam konteks ini perlu tafsir ulang terkait problema penyaluran hewan kurban. Kendati dalam alam modern penyaluran, praktiknya yang terjadi dengan pendekatan distribusi klasikal sehingga cenderung tidak merata. Padahal dalam penyaluran hewan kurban juga terkait dengan peta kemiskinan yang terus berubah secara geografis di Indonesia. Seperti daerah pedalaman, padat penduduk, kumuh dan kantong-kantong kemiskinan misalnya.

"Program Kurban Pak kumis memang memiliki konsep tersendiri dalam hal distribusi," jelas (Kamis, 26/9).

Sementara itu, Direktur Utama LAZISMU, M. Khoirul Muttaqin mengatakan pihaknya memiliki layanan Kurban Pak Kumis yang memang didedikasikan khusus untuk membantu para pekurban dalam memberikan kemudahan berkurban dari sisi layanan. Namun Khoirul  menekankan bahwa pada dasarnya banyak pekurban yang menghadapi dilema akan didistribusikan kemana, karena di kota-kota besar sudah menumpuk, katanya, melihat pengalaman yang lalu.

Karena itu, selain lokasi bencana alam dan kemanusiaan, LAZISMU dalam mendistribusikan hewan kurban menggunakan Pak Kumis sebagai lensa pandangnya. Suatu pendekatan distribusi hewan kurban yang memprioritaskan kawasan pelosok dan pinggiran yang sulit dijangkau, tandas Khoirul.

Pada saat yang sama, Koordinator Kurban Pak Kumis Tatang Rukhyat mengatakan, jika dipertajam distribusi ini memadukan konsep berkurban aktual (modern) dan blusukan ke perkampungan kumuh, padat penduduk dan kantong-kantong kemiskinan yang ada di kota atau desa.

Tak dinyana jika nanti dalam proses penyalurannya LAZISMU menggandeng komunitas off road yang dibalut kegiatan Adventure for Humanity sehingga daging segar dapat diterima oleh orang yang membutuhkan tanpa tertunda waktunya, Ditambah lagi dengan kegiatan santunan berupa penyerahan paket bantuan sekolah, perlengakapan ibadah serta sembako untuk kebutuhan hari raya.

"Tentu saja peluang dan tantangan ini tidak bisa diabaikan, termasuk oleh segenap jejaring LAZISMU yang tersebar di tanah air. Pak Kumis menjadi penting dipertimbangkan, karena bersama-sama dengan Anda agar bisa menyelesaikan persoalan distribusi kurban dengan lebih baik," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA