Ekspose Jokowi Jauh Ungguli Peserta Konvensi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 22 September 2013, 21:14 WIB
Ekspose Jokowi Jauh Ungguli Peserta Konvensi
rmol news logo Popularitas peserta Konvensi Capres Demokrat kalah jauh dari Joko Widodo. Ekspose Jokowi melenggang jauh dibanding 11 peserta konvensi. Perbandingan popularitas peserta konvensi dibandingkan Jokowi yang dimunculkan media sangat menyolok.

Begitu temuan terbaru Indonesia Indicator terkait potret kekuatan ekspose media 11 peserta konvensi dibanding Jokowi. Temuan diperoleh hasil monitoring yang dilakukan secara real time, dengan cakupan 336 media online nasional dan daerah dalam waktu 21 bulan dengan total lebih dari 2,8 juta pemberitaan, dengan metode pengumpulan dilakukan oleh perangkat lunak crawler (robot) secara otomatis dengan analisis berbasis AI, semantik, dan text mining.  

"Akumulasi ekspose Jokowi mencapai 3 hingga 10 kali lipat dibanding dengan para peserta konvensi terutama dalam enam bulan belakangan," ujar Direktur Komunikasi I2, Rustika Herlambang, dalam keterangan pers, Minggu (22/9).

Dahlan Iskan, katanya, peserta konvensi yang paling populer dalam beberapa survei, popularitasnya sekitar 30% dari Jokowi. Ekspose Dahlan Iskan sebanyak 2,189 pemberitaan (29.30%), atau hanya sepertiga dari ekspose Jokowi. Ekspose Jokowi malah unggul jauh dibanding peserta konvensi lainnya selain Dahlan Iskan. Ekspose Gita Wirjawan disebutkan Rustika, hanya seperlima dari seluruh pemberitaan Jokowi, sementara popularitas Irman Gusman, Endriartono Sutarto, Anies Baswedan, Hayono Isman, Sinyo Harry S, dan Ali Masykur Musa sekitar 10 persen dari popularitas Jokowi dalam satu bulan terakhir.

Namun demikian, kata Rustika, ajang sosialisasi para peserta konvensi memberi dampak baik langsung maupun tidak terhadap ekspose Jokowi. Terlihat ada penurunan ekspose Jokowi, sementara para peserta mulai merangkak naik. Hal ini tentunya memberikan harapan untuk mengalahkan ekpose Jokowi. Untuk bisa mengalahkan Jokowi, para peserta konvensi perlu mengubah diri untuk tidak hanya terpaku pada ekspose keikutsertaan mereka pada seremoni konvesi saja, tapi melakukan ekspose lebih dari tiga kali lipat. Kemenangan Obama tahun 2008 atas Mc Cain yang mewakili partai penguasa dicapai, contohnya, didapat dengan menaikkan ekpose lebih dari tiga kali lipat baik di media mainstream maupun media sosial.

Kandidat, masih kata Rustika, perlu bekerja keras untuk meningkatkan aktifitas menarik dan punya news sehingga bisa menjadi media darling baru. Tidak bisa mengandalkan liputan konvensi, harus berani besikap terhadap isu aktual yang tengah menjadi perhatian publik dan media. Bila perlu menampilkan sesuatu yang masih genuine. Tidak bisa mengandalkan isu umum karena pribadi Jokowi yang unik masih menjadi magnet utama media saat ini.

"Sudah tidak bisa lagi kandidat memainkan lagu yang sama apalagi mengikuti jejak yang pernah ditorehkan Jokowi sebelumnya," demikian Rustika. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA