Di awal pertemuan, Presiden SBY menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang baik antara Inpex dengan Pemerintah Indonesia dan Pertamina. "Kami berharap kerja sama ini bisa dilanjutkan dan tetap berjalan baik," kata Presiden SBY.
Seperti dikutip dari situs
www.presidenri.go.id, Kepala Negara menceritakan kembali hasil-hasil KTT G20 di St. Petersburg, Rusia. Pemimpin G20 setuju bahwa pertumbuhan yang komprehensif harus dijaga dan ditingkatkan, serta pentingnya melakukan koordinasi kebijakan.
"Meskipun proses perbaikan ekonomi belum selesai, namun ada berita baik. Ekonomi negara maju sudah mulai membaik, antara lain ekonomi Amerika Serikat dan Jepang. Ini bagus, karena kedua negara menguasai sebagian terbesar dari perkonomian global. Dampaknya tentunya akan dirasakan oleh seluruh negara di dunia, termasuk emergeing market," SBY menjelaskan.
Sedangkan berita buruknya ekonomi negara-negara emergeing market mendapat tekanan baru, termasuk Indonesia. "Kalau ini tidak diselesaikan dengan cepat dan tepat tentu tidak membawa dampak yang baik pada upaya kita membuat ekonomi dunia tumbuh kuat dan berkelanjutan," ujar Kepala Negara.
Pada September 2012 lalu, Kitamura juga pernah menemui Presiden SBY untuk melaporkan perkembangan pembangunan lapangan gas Abadi di Blok Masela, di Laut Arafuru.
Pada Oktober 1966, Inpex menandatangani Production Sharing Contract (PSC) dengan pemerintah Indonesia untuk memegang hak 100 persen pengoperasian dua blok, yaitu blok lepas pantai Mahakam dan Unit Attaka. Kontrak tersebut diperpanjang pada Januari 1991 untuk 20 tahun hingga tahun 2017.
Saat ini, Inpex Corporation beroperasi di Indonesia, Australia, negara-negara Laut Kaspia (Kazakhstan, Azerbaijan, dan Georgia), Timur Tengah (Uni Emirat Arab dan Abu Dhabi), dan Brasil.
Saat menerima Kitamura, Presiden SBY didampingi Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri ESDM Jero Wacik, dan Seskab Dipo Alam. Sedangkan Toshiaki Kitamura datang bersama Presdir Inpex Indonesia Sunichiro Sugaya, Indonesia Assets Director Chief Coordinator Yutaka Inoue, dan Vice President Corporate Service Inpex Indonesia Nico Muhyiddin.
[zul]
BERITA TERKAIT: