Kadar Nasionalisme SBY Kembali Diukur dengan Kedatangan Tony Abbott

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 17 September 2013, 15:16 WIB
Kadar Nasionalisme SBY Kembali Diukur dengan Kedatangan Tony Abbott
presiden sby.net
rmol news logo . Bila memang Perdana Menteri Australia terpilih Tony Abbott akan datang ke Indonesia sebagai kunjungan luar negeri pertamanya, maka Indonesia harus menanggapinya secara proporsional. Artinya, Abbot diterima sebagaimana Indonesia menerima tamu dari negara lian.

Demikian disampaikan kata Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Al Habsy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 17/9).

"Meskipun janji kampanye yang disampaikan Abbott membuat telinga kita panas, namun kita kan belum tahu apa yang akan dia sampaikan saat ketemu dengan Presiden SBY. Yang lebih penting adalah bagaimana sikap Presiden dengan Abbott nantinya, apa respon yang akan diberikan dengan rencana kebijakannya yang keras," kata Aboe bakar.

Aboe Bakar menilai janji kampanye Abbott yang akan mengerahkan militer untuk mengusir pencari suaka kembali ke Indonesia, membeli perahu-perahu nelayan Indonesia di pantai selatan serta mengiiming imingi mereka dengan sejumlah uang untuk informasi tentang pencari suaka pasti akan berpotensi merenggangkan hubungan dengan Indonesia. Karena itu Presiden SBY perlu menyampaikan rasa kurang nyamannya dengan materi kampanye tersebut.

"Karena hal ini akan mendorong masyarakat untuk jadi informan atau mata-mata asing, yang dampaknya dapat menyebabkan konflik sosial di pesisir. Sikap tegas dalam diplomasi  Pak SBY dalam menghadapi PM Australia ini akan ditunggu, disini pula publik akan mengukur seberapa kadar nasionalisme yang beliau miliki," demikian Aboe Bakar. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA