Susaningtyas: Indonesia Harus Desak Abbott Hapus Program yang Merendahkan Martabat Bangsa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 17 September 2013, 10:08 WIB
Susaningtyas: Indonesia Harus Desak Abbott Hapus Program yang Merendahkan Martabat Bangsa
susaningtyas/net
rmol news logo . Dari sisi diplomatik, Indonesia harus tetap menjaga hubungan dengan Australia. Namun di saat yang sama, Indonesia juga harus tegas menyikapi rencana dan langkah pemerintahan Australia yang merendahkan harkat dan martabat bangsa.

Demikian disampaikan anggota Komisi I dari Fraksi Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. Pernyataan Susaningtyas ini terkait dengan rencana Perdana Menteri Australia terpilih, Tony Abbott, yang mau mengunjungi Indonesia sebagai kunjungan pertamanya ke luar negeri.

"Saya harapkan dalam pembicaraan Indonesia-Australia, harus ditegaskan program-program Abbott yang merendahkan  harkat bangsa. Kita harus tegas minta program ini dihapuskan," tegas Nuning, panggilan akrab Susaningtyas, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 17/9).

Saat kampanye, Tony Abbott, yang akan dilantik pada Rabu mendatang, menawarkan program yang cukup kontroversial dan dinilai melecehkan kedaulatan Indonesia. Abbott berencana menggelontorkan dana sebesar 420 juta dolar Australia untuk membeli kapal-kapal nelayan Indonesia, memberi insentif uang kepada masyarakat dan kepala desa di Indonesia yang memberi informasi soal pencari suaka dan imigran gelap, dan bahkan untuk menempatkan polisi Australia di Indonesia.

"Bila dibiarkan program Abbott ini dikhawatirkan akan memunculkan situasi vigilanti antar-warga masyarakat di pesisir pantai Indonesia. Teritorial kita luas jadi jangan manut saja sama negara lain. Perlu kita tunjukkan kedigdayaan kita," demikian Nuning. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA