"2014 adalah tahun berjayanya kembali PDIP baik di Pemilu Legislatif maupun memenangkan Pemilihan Presiden RI. Siklus 10 tahun buat PDIP. 10 tahun yang panjang dan tetap konsisten sebagai oposisi membuahkan dwi kemenangan yang spektakuler," ujar Jeffrie Geovanie, Board of Advisor CSIS, kepada pers di Jakarta (Sabtu, 7/9).
Selain konsistensi, kemenangan partai berlambang banteng itu juga tak bisa dilepaskan dari sosok Joko Widodo, yang elektabilitasnya paling moncer dan jauh meninggalkan semua figur yang digadang-gadang akan maju sebagai calon presiden di Pilpres mendatang. Apalagi Megawati sudah memberi tanda-tanda akan mengusung Gubernur DKI Jakarta tersebut.
“'Dedication of Life' Bung Karno, yang dibacakan oleh Jokowi pada Rapimnas, sinyal politik Megawati buat khalayak nasional, yang tidak sabar menunggu kepastian buat pencapresan Jokowi. Menurut saya itu sudah cukup," ungkap Jeffrie merujuk keputusan Mega yang menunjuk Jokowi membacakan "Dedication of Life" Bung Karno pada pembukaan Rapat Kerja Nasional PDIP di kawasan Ancol, kemarin.
Bagi Jeffrie, saat ini memang belum tepat waktunya bagi Megawati mengumumkan pencapresan Jokowi. Sinyal politik dirasa sudah cukup, seperti terlihat jelas pada Rapimnas 2013 ini. Sementara pengumuman yang tepat adalah awal Februari 2014 yang akan datang.
"Biarkan rasa penasaran khalayak menjadi semakin besar dan itu sangat menguntungkan buat PDIP. Biarkan juga kita nikmati kasak kusuk tokoh-tokoh, yang berusaha mendekati Jokowi dan berharap akan dipilih oleh Megawati sebagai wakilnya Jokowi," imbuh Jeffrie.
Menurut Jeffrie, kemenangan besar PDIP pada pesta demokrasi tahun depan itu harus bisa menjadi pelajaran bagi partai-partai lain, terutama partai yang asal ikut pemerintahan meski hanya mendapat jatah 2-3 kursi.
"(Kemenangan PDIP ini jadi,
red) Pelajaran berharga buat partai-partai pragmatis yang lebih suka jadi bagian dari pemerintahan dengan tukar menukar 2-3 kursi menteri. Selamat dan sukses Rapimnas PDIP," tandas JG, demikian ia akrab disapa.
[zul]
BERITA TERKAIT: