Krisis Pangan yang Terjadi Sudah Terlihat Jelas dari Pidato SBY yang Tidak Konsisten

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 07 September 2013, 09:22 WIB
Krisis Pangan yang Terjadi Sudah Terlihat Jelas dari Pidato SBY yang Tidak Konsisten
presiden sby/net
rmol news logo . Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan pada pagi hari di tanggal16 Agustus lalu, Presiden SBY mengatakan bahwa swasembada pangan merupakan bagian prioritas dalam pembangunan nasional.

Namun pada sore harinya, di tanggal yang sama, saat menyampaikan nota keuangan, di lihat dari sisi anggaran pada kementerian yang mengurus pangan, SBY terlihat jelas tidak tidak menunjukkan upaya menuju swasembada pangan. SBY minim sekali menganggarkan anggaran untuk kementerian yang mengurus pangan.

"Ini menunjukkan inkonsistensi SBY, antara pidato kenegaraan dengan pidato nota keuangan," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Firman Subagyo, dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat (Sabtu, 7/9).

Dengan memotong anggaran di sektor pangan, lanjut Firman, maka sesungguhnya itu sama saja dengan menurunkan produksi. Firman mencatat dan membandingkan, pada era Presiden Soeharto, sekitar tahun 1992-an, swasembada pangan, terutama kedelai benar-benar tercukupi. Saat itu total produksi kedelai mencapai 2 juta ton, dengan kebutuhan di bawah dua ton.

"Kini, produksi cuma 850 ribu ton, dengan kebutuhan 2 juta ton lebih," demikian Firman. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA