Namun pada sore harinya, di tanggal yang sama, saat menyampaikan nota keuangan, di lihat dari sisi anggaran pada kementerian yang mengurus pangan, SBY terlihat jelas tidak tidak menunjukkan upaya menuju swasembada pangan. SBY minim sekali menganggarkan anggaran untuk kementerian yang mengurus pangan.
"Ini menunjukkan inkonsistensi SBY, antara pidato kenegaraan dengan pidato nota keuangan," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Firman Subagyo, dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat (Sabtu, 7/9).
Dengan memotong anggaran di sektor pangan, lanjut Firman, maka sesungguhnya itu sama saja dengan menurunkan produksi. Firman mencatat dan membandingkan, pada era Presiden Soeharto, sekitar tahun 1992-an, swasembada pangan, terutama kedelai benar-benar tercukupi. Saat itu total produksi kedelai mencapai 2 juta ton, dengan kebutuhan di bawah dua ton.
"Kini, produksi cuma 850 ribu ton, dengan kebutuhan 2 juta ton lebih," demikian Firman.
[ysa]
BERITA TERKAIT: