PILPRES 2014

Gerindra dan Prabowo Panik, PDIP Jangan Terburu-buru Umumkan Capres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 05 September 2013, 08:44 WIB
Gerindra dan Prabowo Panik, PDIP Jangan Terburu-buru Umumkan Capres
prabowo subianto/net
rmol news logo . Sejak muncul nama Jokowi dalam wacana pencapresan, Partai Gerindra terlihat bingung dan panik. Apalagi angka elektoral Jokowi jauh di atas Prabowo Subianto.

"Kepanikan Gerindra dan Prabowo tak bisa ditutupi lagi, dan bahkan sampai mau melarang Jokowi maju dalam pilpres dengan alasan menuntaskan tugas di Jakarta," kata pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Prof Budiatna, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 5/8).

Bukan hanya Gerindra, ungkap Budiatna, partai lain juga terlihat panik. Ketua Umum Aburizal Bakrie misalnya mengatakan siap menggandeng Jokowi sebagai cawapres. Sementara Demokrat menggelar konvensi untuk membendung dukungan pada Jokowi.

"Menurut saya, Prabowo lebih baik menunggu kenyataan saja sebab memang perhatian publik sedang tertuju pada Jokowi," ungkap Budiatna.

Namun demikian, Budiatna juga mengingatkan PDI Perjuangan untuk tidak terburu-buru membahas dan mengumumkan calon presidennya. Bila terburu-buru, malah posisi PDI Perjuangan bisa riskan sebab akan menjadi pusat gempuran semua lawan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA