Menurut chairman PT Jimac Perkasa, Benny Kurniajaya, komitmen Sany Group-Jimac sebagai produsen alat berat terbesar di China membangun pabrik di Indonesia telah mendorong minat investor luar negeri berinvestasi di Indonesia merupakan prestasi yang patut di apresiasi pemerintah. Kondisi ini membuktikan Indonesia tetap menjadi negara yang aman bagi investor luar negeri, membuka kesempatan kerja serta multiplier efek ke berbagai sektor pembangunan yang ada di dalam negeri.
"Meski perekonomian global sedang dilanda krisis dan Indonesia terkena imbas dari fluktuasi nilai tukar rupiah, apa yang dilakukan Jimac Group bukan semata-mata memasarkan penjualan alat berat, tapi memberikan kontribusi kepada pemerintah menarik investor asing serta mengekspor kebutuhan alat berat ke negara lain yang bisa mendatangkan devisa bagi pembiayaan pembangunan di Indonesia," ungkap Benny Kurniajaya di sela-sela Building&Infrastrukture Indonesia 2013, The 17th International Series of Building, Construction and Infrastructure Development Exhibition di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta (Rabu, 4/9).
Melalui pembangunan pabrik alat berat, lanjutnya, Sany Group di kawasan Cengkareng ini akan membuka kesempatan kerja karena pabrik alat berat mulai beroperasi pada awal 2015 mendatang. Dan pembukaan pabrik alat berat Sany-Jimac Group ini sekaligus membuktikan kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu menjadi negara produsen alat berat, bukan mengimpor alat berat dari luar negeri lagi.
Benny Kurniajaya menambahkan, Jimac Group merupakan dealer tunggal Sany dengan bendera PT Jimac Perkasa dan PT Konstruksi Indonesia Machinary (PT KIM) yang baru berjalan dua tahun, dan telah membuktikan kemampuannya sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang pertama memproduksi alat berat, sehingga Indonesia tidak lagi tergantung pada luar negeri. Apalagi produk alat-alat berat Sany Group sudah teruji mengekspor ke negara-negara seperti Amerika, Jepang dan Eropa yang selama ini dikenal sebagai negara yang memproduksi alat berat.
[ysa]
BERITA TERKAIT: