"Tapi saya yakin, sebagaimana saya saksikan langsung, publik kita tidak akan mudah tertipu dengan gincu politik Gita yang bikin muntah itu. Rakyat cukup paham dan tidak akan terkagum-kagum pada kemasan, kepalsuan akan kesantuan, kepalsuan akan kecerdasan, kepalsuan akan keindahan, dan kepalsuan akan keberpihakan itu," kata Noorsy kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 4/9).
Gita, katanya, sebagaimana anak-anak asuh Amerika Serikat lainnya, hanya mau mengejar kekuasaan dan menumpuk kekayaan demi keluarga dan kelompoknya. Maka bisa dipastikan bila Gita berkuasa yang terjadi adalah membuat jaringan kartel baru, sebagaimana juga sudah dibuat oleh Dinasti Cikeas.
"Saya ingin muntah bila lihat iklan Gita. Bagaimana dia berbicara kemandirian ekonomi bila pikirannya saja, konsepnya saja, ide yang ada di batok kapalanya saja, sama sekali menolak kemandirian ekonomi. Kecuali mandiri yang dia katakan adalah mandiri menjadi pemuja Kakak Sam, menjadi hamba Kakak Sam, dan menjadi tangan kanan Kakak Sam," tegas Noorsy.
[dem]