Kalau untuk Rekonsiliasi, Lebih Baik Tan Malaka Dijadikan Nama Jalan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 03 September 2013, 09:43 WIB
Kalau untuk Rekonsiliasi, Lebih Baik Tan Malaka Dijadikan Nama Jalan
tan malaka/net
rmol news logo Pemberiaan nama jalan Soeharto karena didasarkan atas nama rekonsiliasi mestinya harus didasarkan prosedur-prosedur subtansial dan adil dalam pelaksanaan rekonsialiasi.

Setidaknya harus dimulai dari ungkapan permohonan maaf dari pelaku, penggantian kerugian dalam bentuk material kepada para korban, dan pernyataan bahwa kasus dan tindakan yang sama tidak akan diulangi kembali.

"Satu pun dari prosedur ini belum dilaksanakan. Tiba-tiba para pelaku yang disebut oleh TAP MPR harus diadili, begitu saja dimaafkan," ujar Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti (Selasa, 3/9).

Jika atas nama rekonsiliasi, Ray heran, mengapa nama pejuang besar  seperti Tan Malaka tak disebut-sebut mendapat kehormatan menjadi nama jalan di salah satu jalan-jalan besar Ibu kota.

"Siapa yang meragukan peran dan sumbangan anak bangsa yang satu ini (Tan Malaka) kepada cita-cita Indonesia Merdeka 100%. Satu idiom yang sekarang orang banyak partai dipakai sebagai pemanis jargon politiknya di era reformasi ini," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA