Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, ada tiga alasan kenapa Polri harus memperbanyak Polwan memegang jabatan strategis. Pertama, untuk memperbaiki citra Polri. Selama ini jarang sekali Polwan terlihat melakukan pungli dan secara psikologis publik akan lebih nyaman berurusan dengan Polwan.
Kedua, lanjut Neta dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 2/9), untuk memperbaiki sikap dan prilaku Polri. Selama ini jarang terlihat dalam melaksanakan tugas-tugasnya para Polwan mengedepankan sikap arogan dan represif. Dengan tampilnya para Polwan memegang jabatan strategis, mereka akan lebih bisa menekan sikap-sikap arogan anak buahnya.
Alasan ketiga, masih kata Neta, jumlah Polwan saat ini baru sekitar 20.000 orang atau 4 persen dari jumlah Polri yang mencapai 400.000 orang. Padahal jumlah penduduk perempuan di Indonesia mencapai 55 persen. Dengan tampilnya Polwan memegang jabatan strategis, keberadaan Polwan akan kian menonjol dan diharapkan kuota Polwan akan terus bertambah.
Selama ini, ungkap Neta, tugas-tugas yang diberikan kepada para Polwan masih kurang layak dan menyimpang dari kerja profesional Polri. Misalnya Polwan dijadikan sebagai "pelayan kantor" atau dijadikan
front office, yang padahal tugas tersebut harusnya dikerjakan PNS Polri
"Ke depan IPW berharap Polwan benar-benar ditempatkan secara layak dan mendapat posisi strategis di Polri. Sehingga tidak ada diskriminasi gender di tubuh Polri dan para Polwan juga bisa memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan dan reformasi Polri," demikian Neta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: