Apalagi kalau memang pergantian tersebut sudah menjadi keputusan bersama dengan niat dan tujuan yang baik sekaligus sebagai ajang rekonsiliasi.
"Bagaimanapun keempat tokoh tersebut telah mempunyai jasa yang patut kita hargai walau mungkin ada kekurangannya," ujar Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin (Jumat, 30/8).
Menurut Saleh, tidak perlu energi anak bangsa terkuras karena berdebat atas sebuah nama jalan.
"Masih banyak hal yang harus kita pikirkan bersama. Yaitu bagaimana bangsa ini ke depan terutama dalam situasi saat ini terkait bergejolaknya nilai mata uang kita dan lain-lain," demikian anggota Komisi V DPR ini.
Dari keempat tokoh tersebut, sampai saat ini baru dua nama yang disepakati untuk menjadi nama jalan. Yaitu, Jalan Merdeka Utara jadi Jalan Bung Karno dan Jalan Merdeka Selatan Jalan Bung Hatta.
Sementara nama Soeharto dan Ali Sadikin, yang masing-masing pengganti nama Jalan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Timur, masih dalam proses penggodokan. "Prosesnya belum final. Pada saatnya nanti kita umumkan. Nanti kami usulkan ke gubernur dan gubernur teruskan ke presiden," kata Ketua Delegasi Panitia 17 Jimmly Asshiddiqie.
[zul]
BERITA TERKAIT: