Hal ini terjadi karena yang menyatakan mundur dari Konvensi adalah tokoh-tokoh yang berpengaruh dan juga dikenal baik integritasnya. Sebut saja misalnya, Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Rustriningsih.
"Konvensi Demokrat yang mensyaratkan harus menjadi anggota Partai Demokrat jika terpilih sudah menjadi persoalan sejak awal dan kontradiktif dengan usaha Demokrat merangkul tokoh masyarakat yang populer dari eksternal demokrat," kata pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Al Faraby, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 30/8).
Selain itu, katanya, sistem pengambilan keputusan di Partai Demokrat yang cenderung oligarkis dan terpusat pada SBY memunculkan pertanyaan oleh calon peserta konvensi maupun publik. Misalnya, sejauh mana kewenangan SBY mengintervensi keputusan pencapresan dalam Konvensi
Adjie menyimpulkan, mundurnya Jusuf Kalla, Mahfud MD dan Rustriningsih membuat Konvensi Demokrat kurang pamor. Sebab Konvensi hanya diikuti oleh capres divisi 3 yang popularitasnya masih di bawah 50 persen, dan elektabilitas masih di bawah 5 persen
Capres divisi 3 yang dimaksud Adjie ini adalah Anies Baswedan, Marzuki Allie, Endriartono Sutarto, Hayono Isman, Harry Sinyo Sarundayang, Dahlan Iskan, Gita Wiryawan, Dinno Pati Jalal, Ali Maskur Musa, Irman Gusman dan Pramono Edhi Wibowo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: