Bekas pelatih klub Spanyol Barcelona itu mengonfirmasikan bahwa, dua pemain andalannya Thiago Alcantara dan Bastian Schweinsteiger dipastikan absen pada laga di Praha Ceko. Alcantara yang merupakan bekas anak asuh Guardiola di Barca mengalami cedera pada ligamen saat mengantarkan Muenchen meraih kemenangan atas Nurnberg 2-0 akhir pekan kemarin.
Sedangkan Schweinsteiger yang merupakan gelandang andalan tim berjuluk Die Roten itu mengalami cedera pada pertengahan babak kedua dalam pertandingan Bundesliga kontra Freiburg, awal pekan ini.
“Engkel Schweinsteiger terkilir, ada kemungkinan besar dia tidak tampil melawan Chelsea. Hasil pemeriksaan tim medis masih
fifty-fifty. Saya harap ia bisa fit untuk pertandingan hari Jumat, tapi sekali lagi kami belum tahu kepastiannya. Sedangkan Alcantara akan absen selama lebih dari dua bulan, mungkin hingga pertengahan November,†kata Guardiola seperti dilansir
Euro Sport, kemarin.
Ancaman ketidakhadiran Schweinsteiger dan Alcantara nampaknya mengharuskan Guardiola memutar otak ekstra keras jelang meladeni Chelsea. Terlebih, kondisi Javi Martinez masih belum fit seratus persen untuk ditampilkan pada laga tersebut.
Alhasil, Guardiola praktis kehabisan gelandang bertahan untuk diturunkan di laga yang kemungkinan jadi ajang pertaruhan gengsi antar kedua pelatih. Apalagi Emre Can, Luis Gustavo dan Anatoliy Tymoschuk yang biasa menjadi pelapis di posisi tersebut sudah lebih dulu hengkang. Alternatif yang bisa digunakan ialah memasang Toni Kroos atau Philipp Lahm di depan kuartet bek.
“Kondisi seperti ini sepertinya tak harus kami dirisaukan. Apalagi, kami sudah membuktikan kehebatan dan kekompakan tim saat melawan Freiburg. Meski pertandingan berakhir imbang 1-1. Saya bangga dengan para pemain. Kami tak berhenti menyerang dan mendapat sejumlah peluang,†ujarnya.
Presiden Bayern Muenchen Uli Hoeness meyakini, Guardiola akan mampu melewati tantangan ini dengan baik. Apalagi menurut dia, pelatih berdarah Spanyol itu telah membuktikan dirinya lebih baik dibanding manajer Chelsea Jose Mourinho saat masih di Barcelona.
“Dia telah menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih hebat saat di Barca. Semua orang tahu, Guardiola memiliki hubungan tensi tinggi dengan Mourinho, bekas pelatih Real Madrid yang kini melatih Chelsea,†kata Hoeness.
Mereka, Hoeness bilang, tak hanya beradu kehebatan strategi di lapangan selama keduanya sama-sama berada di La Liga. Tapi juga perang kata-kata. Bahkan, perang kata antara duo pelatih kembali memanas pekan ini ketika Mourinho mempertanyakan kemampuan melatih Guardiola jelang Piala Super Eropa akhir pekan ini.
“Biar bagaimanapun, saya yakin, keputusan saya menunjuk Guadiola sebagai pengganti Jupp Heynckes adalah tepat. Dia (Guardiola) adalah pemenang di pertarungan antar pelatih terhebat di Spanyol, dan kami bangga bisa memiliki pelatih sehebat dia,†tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: