Saleh Daulay: Sudah Sepatutnya Menteri Gita Wirjawan Mengundurkan Diri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 28 Agustus 2013, 14:22 WIB
Saleh Daulay: Sudah Sepatutnya Menteri Gita Wirjawan Mengundurkan Diri
saleh daulay/net
rmol news logo . Gita Wirjawan dinilai sebagai pejabat publik yang tidak peka terhadap persoalan masyarakat dan cenderung tidak memiliki sense of crises.

Pasalnya, di tengah fluktuasi dan tidak stabilnya harga-harga sembako dan komoditi bahan pangan, ia dinilai lebih fokus mengikuti konvensi yang digelar Partai Demokrat. Saat ini, pikiran, perhatian, dan seluruh kemampuannya seakan semua diarahkan pada upaya memenangkan dirinya dalam konvensi.  

"Saat ini harga kedelai saja, misalnya, sudah mencapai Rp 9.300 per kg. Akibatnya, para perajin tahu dan tempe sudah menjerit dan banyak merugi. Bahkan, di antara mereka ada yang memutuskan untuk menghentikan sementara produksinya," kata Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 28/8).

Hal yang sama, ungkap Saleh, juga ditemukan dalam produk dan komoditi-komoditi lainnya seperti daging, cabe, bawang, kentang, sayur-sayuran, dan lain-lain. Sangat disayangkan, Gita Wirjawan belum kelihatan melakukan langkah-langkah konkrit dalam mengantisipasi lonjakan harga-harga tersebut. Malah, pernyataan-pernyataannya di media lebih banyak berbicara tentang keikutsertaannya sebagai peserta konvensi demokrat.

Karena sudah lebih sibuk dan lebih serius mengurusi konvensi, menurut Saleh, sudah sepatutnya Gita Wirjawan mengundurkan diri dari posisinya sebagai menteri perdagangan. Apalagi sangat tidak etis jika Gita Wirjawan menggunakan seluruh fasilitas yang ada di Kemendag untuk menaikkan bargain-nya di dalam konvensi sementara kewajiban-kewajiban terhadap masyarakat terabaikan. Artinya, Gita Wirjawan hanya mau menikmati enaknya menjadi pejabat publik, sementara tugas-tugas beratnya sengaja dikesampaingkan dan cenderung dilupakan.

"Kalau sudah ikut konvensi, Gita Wirjawan pasti akan sering ke daerah untuk mengunjungi konstituennya. Kalau tidak sering turun, popularitasnya akan kalah dengan kontestan lainnya. Karena itu, kapan lagi dia bisa melaksanakan tugasnya sebagai menteri. Masa jabatan menteri strategis seperti itu dipegang sambil lalu saja," ungkap Saleh.

Dalam konteks itu, Saleh juga meminta agar SBY pro-aktif memberhentikan para menteri yang ikut konvensi Partai Demokrat, termasuk Gita Wirjawan. SBY tidak bisa menunggu surat pengunduran diri mereka karena dipastikan mereka tidak akan mengundurkan diri. SBY harus tegas memanggil dan meminta mereka memilih antara ikut konvensi atau tetap menjabat sebagai menteri.

"Jangan sampai orang berpikir, demi konvensi SBY merelakan banyak urusan pemerintah yang terabaikan. Dan tentu sangat kasihan dan tidak adil kalau tugas-tugas menteri yang ikut konvensi itu justru dikerjakan oleh menteri-menteri lain yang tidak ikut," demikian Saleh. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA