Tak heran bila di beberapa daerah, munculnya calon independen dalam pilkada memberi nuansa lain. Kehadiran tokoh independen ini pun dinilai sebagai representasi masyarakat yang tidak memilih, atau golput.
Kini di Bogor, dari lima pasangan yang ikut bertarung dalam Pilkada, muncul dua pasangan yang berasal dari independen. Mereka adalah pasangan Firman Halim Sidik-Gartono dan pasangan Syaeful Anwar-Muztahidin Al Ayubi.
Menurut Sekretaris Konsorsium untuk Transparansi Informasi Publik (KUTIP) Aswan Bayan, dari seluruh calon yang ada, nomor urut 1, yaitu Firman dan Gartono merupakan calon yang mempunyai potensi dalam memenangkan pilkada Kota Bogor dengan beberapa kelebihan. Misalnya, keduanya merupaka putera asli daerah.
"Kedua, aktivitas keduanya mempunyai jam terbang sebagai pengusaha dan aktivis cukup banyak. Gartono tercatat sebagai deklarator Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dan ia adalah orang yang konsen dalam membantu kasus-kasus prodeo di Bogor," kata Aswan dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 28/8).
Ketiga, katanya, Gartono dikenal juga sebagai pelopor calon independen sehingga keluar aturan yang memungkin jalur independen bisa berpartisipasi dalam pilkada di tingkat kabupaten/kota hingga tingkat provinsi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: