Demikian disampaikan politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 27/8).
Hubungan dan perkenalan Sabam dengan Jokowi sendiri sudah terjalin cukup lama. Dalam Pilkada Solo, Sabam menjadi trainer untuk tim sukses Jokowi. Sementara sebelum Pilkada Jakarta digelar, Jokowi pun
sowan pada Sabam.
"Tapi Jokowi juga manusia seperti Kau dan juga Aku. Tentu kalau masukan itu disampaikan dengan cara
sok jago atau sok
pintar, kita kadang-kadang malas untuk menerimanya. Jadi silakan beri masukan tanpa harus menggurui," ungkap Sabam, yang merupakan deklarator PDI, sebelum berubah menjadi PDI Perjuangan.
Terkait dengan peringatan Fauzi Bowo kepada Jokowi agar membuat manajemen yang baik dalam mengelola ibukota karena Jakarta merupakan salah satu wilayah di dunia yang terancam tenggelam, Sabam menyambutnya dengan baik. Namun demikian, katanya, alangkah lebih baik pula bila Fauzi Bowo memberikan masukan berupa data-data yang ia punya kepada Jokowi.
"Jokowi pasti mau menerima masukan apalagi bila ada data-datanya. Jadi daripada bicara di media, alangkah lebih baik Fauzi Bowo juga memberikan data kepada Jokowi sehingga Jokowi bisa mempelajarinya untuk menjadi bahan pertimbangan tambahan agar Jakarta tidak tenggelam," kata Sabam, yang akan maju dalam pilihan senator atau anggota DPD RI pada pemilu mendatang melalui dapil Jakarta.
Soal wacana Jakarta mau tenggelam, Sabam mengatakan bahwa itu memang sudah ada sejak lama. Dan secara faktual, Gambir yang di Jakarta Pusat saja memang posisinya berada di bawah permukaan laut. Dalam hal ini, Jakarta, sebagaimana kota-kota di dunia yang berada di bawah permukaan laut, juga harus belajar dari Belanda.
"Belanda itu disebut Netherlands, yang artinya tanah rendah. Sebab satu per tiga kawasan di Belanda itu dibawah laut. Karena itu Jakarta juga bisa belajar kesana," ungkap Sabam,
Sabam menambahkan, bahwa Jakarta bukan hanya terancam dari sisi laut, namun juga dari sisi banjir. Karena itu Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur juga harus dibersihkan dan dirawat dengan baik. Dan upaya pembersihan dan perawatan ini ini sudah mulai dilakukan oleh Jokowi.
"Jadi memang semua pihak harus menyumbangkan pikiran dan pengalaman agar Jakarta lebih baik," demikian Sabam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: