Mejelis Kehormatan Disipilin Dokter Terus Selidiki Dugaan Malpraktek atas Adinda Yuanita

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 27 Agustus 2013, 08:46 WIB
Mejelis Kehormatan Disipilin Dokter Terus Selidiki Dugaan Malpraktek atas Adinda Yuanita
adinda yuanita/net
rmol news logo . Hingga saat ini dugaan kasus malpraktek yang diduga dilakukan oleh salah seorang dokter di RS Sahid Sahirman masih diselidiki Mejelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). MKDKI sudah pun memanggil pasien dan dokter yang bersangkutan beserta saksi-saksi.

"Kasusnya sedang di proses, sudah sampai pada tahap resume dan akan kami kirimkan ke dokternya dulu. Itu memakan waktu 14 hari, setelah itu kami akan putuskan dicabut atau tidak (Izinnya) kalau dicabut, kita kirimkan lagi ke dokter tersebut dan diberikan waktu satu bulan untuk menjawabnya," kata Ketua Mejelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), Prof. Ali Baziad, dalam keterangan Senin malam (26/8).

Beberapa hal, katanya, termasuk X-ray yang belum diterima oleh pihak Adinda Yuanita sebagai pasien sudah masuk dalam resume. Menurutnya, X-ray tersebut menjadi salah satu fakta yang akan diselidiki oleh MKDKI.

"Kalau pasiennya minta (Hasil X-Ray) kepada dia (dokter), itu kan milik pasien. itu masuk dalam resume kami," tandasnya.

Pada 6 November 2012 lalu, Adinda terjatuh saat melakukan persiapan bertanding untuk kejuarana Nasional EFI-JPEC di Sentul, Jawa Barat. Namun, pada saat itu Adinda tidak merasakan apa-apa. Malah di kejuaraan itu yang dihelat pada 9-11 November, Adinda berhasil menyabet beberapa medali.

Tapi, dengan saran dari keluarga, Adinda akhirnya menemui salah seorang dokter di Rumah Sakit Sahid Memorial Jakarta pada 13 November 2012. Adinda pun mendapatkan serangkaian tindakan medis berupa penyuntikan dan infus dari dokter tersebut sehabis menyabet empat medali pada Kejuaraan Nasional EFI.

Tiga minggu setelah itu, Adinda merasakan wajahnya membengkak dan mati rasa, tumbuh gundukan, daging pada punuk, badan biru-biru. Dia juga mengalami tremor, sakit kepala yang luar biasa, berat badan naik secara drastis, serta ngilu pada tulang dan otot.

Adinda pun kini harus berobat ke Singapura secara rutin dan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Perempuan yang juga aktif berperan sebagai manajer dan tim pelatih atlet berkuda itu kemudian dibawa ke Singapura pada Januari 2013.

Dia melakukan sejumlah pemeriksaan termasuk salah satunya tes darah khusus yang tidak ada di Indonesia. Beberapa dokter spesialis endokrinolog di Singapura memvonis Adinda terkena penyakit "iatrogenic cushing syndrome".

Penyakit itu diduga merupakan akibat dari tindakan medis dokter spesialis tulang di rumah sakit swasta tersebut. Semua hasil tes darah Adinda berada jauh di atas batas normal. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA