Anas Urbaningrum: Oligarki Bukan Kebudayaan yang Bagus

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 26 Agustus 2013, 01:23 WIB
Anas Urbaningrum: Oligarki Bukan Kebudayaan yang Bagus
anas urbaningrum/ppi
rmol news logo Anas Urbaningrum mengumpulkan para pendukungnya yang bergabung dalam Perhimpunan Pergerakan Indonesia di pelataran Candi Penataran, di Blitar, Jawa Timur (Minggu malam, 25/8).

Dalam orasi kebudayaan yang disampaikannya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan bahwa salah satu pembentuk sejarah adalah kebudayaan.

"Tentu, kebudayaan yang dimaksud adalah kebudayaan yang bisa memberikan ruang kepada siapa saja untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik," kata Anas dalam keterangan yang diterima redaksi.

Bukan kebudayaan yang oligarki. Atau, kebudayaan yang hanya mengandalkan kekuasaan untuk mengatur saudara-saudara, teman atau kerabat agar tetap duduk dalam kekuasaan.

"Oligarki, tentu bukan menjadi bagian dari kebudayaan yang bagus untuk membuka kesempatan pada mereka yang telah bekerja keras, berprestasi, untuk bisa mencapai karier yang sesuai," kata Anas lagi.

Memang, lanjutnya, sejarah tidak selalu berjalan linier. "Karenanya butuh keteguhan hati, keyakinan dan kerja keras untuk membentuk kebudayaan yang baik. Sebagaimana, di tempat ini (Candi Prambanan) telah menjadi sejarah bagaimana kebudayaan kekuasaan dan kejayaan dibangun," demikian Anas. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA