MP3EI Solusi Atas Ketidakmerataan Pembangunan Selama Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 21 Agustus 2013, 17:23 WIB
MP3EI Solusi Atas Ketidakmerataan Pembangunan Selama Ini
dahnil anzar simanjuntak/net
rmol news logo Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) merupakan jawaban atas masalah ketidakmerataan pembangunan dan penanaman modal di Indonesia yang selalu dikeluhkan daerah selama ini.

Pasalnya, ujar Ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak, selama ini semua daerah hanya terkoneksi dengan Jakarta, tetapi tidak terkoneksi baik dengan daerah-daerah lainnya. Misalnya, Kalimantan dengan Sulawesi, meski secara geografis lebih dekat. Dengan infrastruktur yang buruk, koneksi antarkedua daerah itu justru sedemikian buruk.

Hal itu, kata dia, secara langsung membuat kegiatan perdagangan dan investasi antarkedua daerah tersebut begitu rendah dibandingkan hubungan ekonomi masing-masing daerah itu dengan Jawa.

“Padahal, idealnya tentu tidak seperti itu. Jarak geografis yang dekat memungkinkan efisiensi yang akan menguntungkan ekonomi kedua daerah, bila koneksi keduanya baik,” kata Dahnil (Rabu, 21/8).

Selama ini, kata pengajar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten ini, sumber daya di kawasan timur Indonesia tidak ekonomis karena buruknya konektivitas tersebut, disebabkan keterbatasan pelabuhan yang besar dan layak, infrastruktur jalan yang buruk, keterbatasan, sumber daya listrik dan sebagainya. “Karena buruknya infrastruktur itulah sumber daya kawasan timur Indonesia tidak pernah bisa kompetitif.”

Semua masalah itu, kata Dahnil, potensial terkikis habis dengan konsep MP3EI. “Karena itulah, bagi saya MP3EI adalah karya penting Hatta Rajasa untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Indonesia. Dan karena itu pula harus didukung penuh,” ujar alumnus FEUI itu.

Sayangnya, Dahnil mengakui, konsep itu masih berhadapan dengan fakta lemahnya operasionalisasi kebijakasanaan di lapangan. “Perlu percepatan juga untuk mempercepat realisasi konsep MP3EI ini, dan itu bisa dilakukan dengan konektivitas kepemimpinan yang ada antara pusat dan daerah,” kata dia.

Senin kemarin, Menko Perekonomian Hatta Radjasa meresmikan pemakaian ruas jalan nasional di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, sebagai bagian dari program MP3EI, guna mendukung sektor perekonomian di enam koridor wilayah se-Indonesia.

Hatta menjelaskan, program MP3EI di Dumai diharapkan dapat mendukung dan memperluas perekonomian daerah dan Indonesia khusus di wilayah Sumatera.

Saat itu Hatta menjelaskan, untuk program MP3EI pemerintah pusat menggelontorkan total anggaran sebanyak Rp 600 triliun. Khusus untuk Dumai, teranggar dana sebesar Rp 690 miliar yang ditujukan untuk pembangunan sejumlah ruas jalan nasional. "Pemerintah berkomitmen melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan di semua daerah guna mendukung dan memperluas perekonomian setempat," kata Hatta.

Melalui pembangunan jalan tersebut pemerintah berharap daerah dapat tumbuh dan berkembang dengan terciptanya lapangan kerja bagi putra putri daerah.  Menurut Hatta, sistem koridor dari program MP3EI dibuat untuk menjamin daerah langsung menyerap sumber daya yang ada di daerah. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA