Konvensi Demokrat Semakin Berbobot Bila Komite Mengundang Jumhur Hidayat Cs

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 17 Agustus 2013, 16:52 WIB
Konvensi Demokrat Semakin Berbobot Bila Komite Mengundang Jumhur Hidayat Cs
dahroni agung
rmol news logo . Dari sisi konsolidasi demokrasi, Konvensi Partai Demokrat untuk menjaring calon presiden benar-benar sangat positif. Apalagi bila dalam proses ini melahirkan regenerasi kepemimpinan yang berkualitas.

Demikian disampaikan Sekjen Suluh Nusantara, Dahroni Agung Prasetyo, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 17/8).

Suluh Nusantara adalah organisasi yang didirikan para antivis lintas organisasi seperti Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-MPO, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan lain-lain.

Untuk melahirkan regenerasi kepemimpinan, lanjut Dahroni, maka Komite Konvensi juga harus mengundang para tokoh muda yang selama ini memang dikenal memiliki kapasitas dan visioner dalam membangun Indonesia ke depan. Di antara tokoh muda itu misalnya Jumhur Hidahat, Chaerul Tanjung, atau Sandiaga S Uno.

"Jumhur misalnya dikenal sebagai tokoh muda yang progresif, memahami benar pikiran-pikiran pendiri bangsa, serta memiliki banyak gagasan cerdas," ungkap Dahroni, sambil mengatakan bahwa Jumhur sukses mimimpin Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) dan membawa TKI jauh lebih bermartabat dibandingkan masa-masa sebelumnya.

Karena itu, Agung kembali menekankan agar Komite Konvensi semakin membuka pintu yang selebar-lebarnya kepada tokoh-tokoh muda. Bila itu dilakukan maka Komite Konvensi akan menjadi berbobot sebab berani dan berhasil menciptakan regenerasi kepemimpinan yang selama ini menjadi harapan anak-anak bangsa.

"Memang kita tidak pernah mendikotomikan tua dan muda. Namun hampir semua tokoh tua kita ini memiliki banyak beban di masa lalu, sehingga mau tak mau tokoh muda harus diundang sebagai alternatif pemimpin di masa mendatang," demikian Dahroni. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA