Kepada
Ghotamist, ayah dua anak ini mengatakan dalam sepekan nilai penjualannya di toko utama Lacoste di New York City mencapai 1.500 dolar AS atau setara Rp 15 juta. Sementara penghasilan yang diperoleh Wade Groom, yakni 15 dolar AS atau Rp 150 ribu per jam dan komisi sebesar 3 persen untuk setiap penjualan, tidak dapat menopang kehidupan ia dan keluarga.
"Saya punya anak kembar berusia empat tahun, dan saya tidak dapat menyimpan sebagian dari gaji saya. Ini yang kita dapatkan kalau hidup di New York City," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Wade Groom yang tinggal di Brooklyn mengunggah struk gajinya di Instagram. Hasilnya, pada 31 Juli yang lalu dia dipanggil pimpinan toko dan diundang untuk berbicara jarak jauh dengan bagian personalia Lacoste.
"Manajer personalia mengatakan bahwa gambar yang saya unggah tiba di meja perusahaan, dan melanggar perjanjian kerja. Itulah mengapa saya dipecat," kata Wade Groom yang bersama istri dan kedua putri kembarnya pernah muncul di
Page Six Magazine.
Wade Groom sama sekali tidak menduga akan diganjar pemecatan bila mengunggah struk gaji ke media sosial.
"Saya kira orang lain akan memahami bahwa saya hanya mengekspresikan frustrasi melalui akun pribadi saya di Instagram. Peringatan tegas (atas perbuatannya mengunggah struk gaji) lebih bisa saya apresiasi," kata dia lagi.
[dem]
BERITA TERKAIT: