Namun kebermanfatan zakat ini akan berubah dan bahkan akan menjadi malapetaka, kata anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M Ihsan, ketika anak-anak menjerit ketakutan dan terjepit di tengah kerumunan orang-orang yang berebut untuk mendapatkan pembagian zakat. Situasi ini terjadi karena mungkin pemberi zakat kurang mempertimbangkan resiko yang terjadi dari cara pembagian zakat yang dilakukan.
"Harus ada pertimbangan rasa kemanusiaan terhadap penerima zakat, terutam anak-anak," kata M Ihsan dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Selasa, 6/8).
Karena itu, agar zakat tidak mengabaikan prinsip kemanusiaan, dan di saat yang sama menjadi potensi kekuatan ummat, maka Ihsan menganjurkan agar zakat dikoordinir sehingga terlihat syiar Islamnya. Selain itu juga untuk menghindari konsentrasi massa dan cara-cara yang dapat merendahkan rasa kemanusiaan penerima zakat.
"Semoga bulan penuh berkah, berkah bagi pemberi dan penerima zakat sehingga terwujud pembagian zakat yang ramah anak," demikian Ihsan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: