Mangindaan: Empat Potensi Hambatan Angkutan Lebaran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 02 Agustus 2013, 08:56 WIB
Mangindaan: Empat Potensi Hambatan Angkutan Lebaran
ee mangindaan/net
rmol news logo Pos Koordinasi (Posko) Tingkat Nasional Angkutan Lebaran (Angleb) Terpadu tahun 2013 resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan, Evert Ernst Mangindaan dengan ditandai Apel Siaga Angkutan Lebaran di halaman kantornya di Jakarta, kemarin (Kamis, 1/8).

EE Mangindaan dalam sambutannya mengungkapkan, sejak jauh-jauh hari pihaknya mempersiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2013 ini. Berbagai langkah persiapan telah dilakukan, antara lain: membentuk tim koordinasi, menyusun rencana operasi, mengadakan rapat koordinasi lintas instansi maupun mempersiapkan kebijakan khusus lainnya di bidang perhubungan.

Melalui posko yang dibuka mulai H-7 (1 Agustus 2013) hingga H+7 (16 Agustus 2013) ini, Ia berharap permasalahan dan kendala yang muncul di lapangan dapat cepat diketahui serta dapat cepat pula dicarikan jalan keluarnya, sehingga diharapkan angkutan lebaran tahun 2013 dapat terlaksana dengan lebih tertib, lancar, aman dan selamat sampai tujuan.

Seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Perhubungan RI, Menteri Mangindaan mengungkapkan, ada empat potensi permasalahan yang perlu diperhatikan secara cermat karena diasumsikan dapat menjadi hambatan terhadap kelancaran arus lalu lintas selama Angkutan Lebaran 2013, yaitu; pertama, potensi rawan gangguan lalu lintas, seperti pasar tumpah, lokasi wisata, atau perlintasan sebidang antara jalan dan jalan rel di jalur utama dan jalur alternatif Angkutan Lebaran 2013; kedua, peningkatan penggunaan sepeda motor dan mobil pribadi yang akan berdampak pula pada tingkat kerawanan kecelakaan; ketiga, pengaturan dan pengawasan kegiatan mudik angkutan laut dan ASDP, sesuai ketentuan keselamatan pelayaran bagi penumpang dan kapal Ro-Ro, utamanya beberapa pelabuhan-pelabuhan yang rawan terhadap kelebihan muatan; dan keempat, ketertiban dan kelancaran pelayanan keluar masuk penumpang di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandar udara.   

Masih kata menteri asal Partai Demokrat ini, pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu pada kali ini, telah dilakukan beberapa perbaikan baik dari sisi sarana, prasarana maupun penggunaan sistem teknologi informasi. Peralatan dengan teknologi yang cukup canggih tersebut dimaksudkan untuk membangun jaringan komunikasi agar koordinasi dan informasi antara posko yang satu dengan yang lainnya dapat berjalan dengan cepat.

"Untuk keperluan monitoring kondisi lalu lintas dan angkutan misalnya, akan dilakukan dengan menggunakan fasilitas CCTV yang ditempatkan pada beberapa daerah lokasi terpilih dan terhubung secara online dengan Pos Koordinasi Harian Angkutan Lebaran Terpadu," terangnya.

Mangindaan mengimbau agar Posko Angkutan Terpadu tahun 2013 ini dapat menyajikan suatu informasi yang cepat, tepat dan akurat tentang berbagai hal yang terjadi pada saat berlangsungnya angkutan lebaran.

Dalam apel tersebut dihadiri berbagai pihak antara lain; Kepolisian RI, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, BMKG, Badan SAR Nasional, KNKT, Kementerian Kominfo, Perum Damri, PT. ASDP Indonesia Ferry, PT. Pelni, PT. Pelindo II, PT. Angkasa Pura I, PT. Angkasa Pura II, PT. KAI, PT. Jasa Marga, Jasa Raharja, RAPI, ORARI, Senkom Mitra Polisi, GAIKINDO/AISI, media massa, dan instansi terkait lainnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA