SBY Disadap, Hasil Pertemuan KTT G-20 Tak Usah Dijalankan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 29 Juli 2013, 17:24 WIB
SBY Disadap, Hasil Pertemuan KTT G-20 Tak Usah Dijalankan
sby/net
rmol news logo Penyadapan yang dialami Presiden SBY saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di London, Inggris, April 2009 lalu sangat tidak etis, menunjukkan Indonesia adalah negara terkuat di tengah kebangkitan Asia Pasifik.

Sehingga apapun yang dilakukan dan direncanakan Indonesia pantas dicurigai.
   
“Oleh karena itu, jika proses penyadapan ini benar setelah di-cross check oleh jajaran pemerintah dan intelijen di luar negeri, maka Indonesia tidak perlu melaksanakan atau menepati seluruh pernyataan yang dilontarkan pada saat G-20 dengan alasan kebijakan telah berubah karena ancaman lingkungan strategis yang berubah,” ujar pengamat politik Datuak Ali Tjumano dalam keterangannya kepada pers (Senin, 29/7).

Peneliti Lembaga Analisa Politik dan Demokrasi ini menjelaskan ada pelajaran penting bagi seluruh komponen bangsa Indonesia bahwa untuk kepentingan nasional negaranya, negara lain melakukan penyadapan bahkan terhadap tamu negara sekalipun.

"Mereka kurang memperhatikan soal etika diplomasi, yang penting bagi mereka kepentingan nasional tetap terjaga," katanya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA