"Dalam etika pergaulan dan persahabatan internasional, praktik sadap menyadap tersebut bukanlah praktik yang etis," ujar pengamat masalah luar negeri, Hernoto Ramlan (Senin, 29/7).
Menurut Hernoto, jika benar yang diberitakan media Australia mengenai adanya penyadapan kepada Presiden SBY, hal itu menunjukkan Inggris negara yang memiliki tingkat demokrasi lebih rendah daripada Indonesia.
Inggris kata Hernoto juga seharusnya lebih berhati-hati karena bukan tidak mungkin fenomena Edward Snowden akan terjadi di Inggris.
“Indonesia selama ini menganut prinsip dalam hubungan inetrnasional yang bersifat
dynamic equilibriumsertazero enemies, thousand friends. Sehingga penyadapan tersebut tidak bermakna apa pun, karena Indonesia bukanlah negara yang mengancam negara mana pun," ungkapnya.
Meski begitu, Hernoto menambahkan, banyak futurolog memprediksikan bahwa Indonesia pada 2045 ataupun 2050 menjadi negara terkuat nomor delapan di dunia mengalahkan beberapa negara kuat yang ada sekarang ini, seperti Inggris.
Kemungkinan inilah yang menyebabkan Inggris merasa inferior menghadapi Indonesia yang notabene calon penguasa dunia bersama Cina, karena sebab itulah menjadi trigger intelijen Inggris dikabarkan menyadap rombongan Presiden SBY saat menghadiri KTT G-20 di London, Inggris.
[zul]
BERITA TERKAIT: