Hal ini terkait dengan sikap Dirjen Perkertaapian, Tunjung Indrawan, yang dinilai tidak etis dan tidak patut untuk menjadi contoh. Tunjung dinilai rakus kekuasaan dalam mempertahankan jabatan. Untuk mempertahankan jabatan, Tunjung, yang akan pensiun pada 1 Agustus 2013, dinilai melakukan berbagai cara untuk memperpanjang masa pensiunnya.
"Tunjung begitu ngotot agar jabatannya diperpanjang. Berbagai sensasi dia lakukan untuk mencari perhatian, seperti beberapa waktu lalu yang meminta MURI mencatatkan rekor dia bersepeda motor lakukan inspeksi mendadak ini," kata pemerhati perkeretaapian, Wisnu, beberapa saat lalu (Kamis, 25/7).
Padahal, ungkap Wisnu, kinerja Tunjung juga tidak begitu menggembirakan. Begitu juga dengan komitmennnya. Tunjung, misalnya, pernah sesumbar bahwa sebelum masa mudik lebaran tahun 2013, pembangunan
double track kereta api akan mencapai Kota Semarang. Namun faktanya, rencana ini gagal.
Secara tegas, Wisnu meminta EE Mangindaan untuk tidak terkecoh dengan manuver Tunjung. Apalagi, saat dilantik jadi Dirjen Perkeretapaian lima tahun yang lalu sebenarnya Tunjung juga belum memenuhi persyaratan karena belum selesai pendidikan PIM atau Lemhanas sesuai aturan yang berlaku
"Kami juga mendesak Presiden SBY untuk benar-benar selektif dalam memperpanjang usia pensiun seorang pejabat," demikian Wisnu.
[ysa]
BERITA TERKAIT: