Obral janji pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan tersangka kasus Hambalang Anas Urbaningrum selepas Lebaran tidak lebih dari sekedar pengalihan isu agar dugaan gratifikasi 200 ribu US Dollar yang diterima Edhie Baskoro Yudhoyono sebagaimana pengakuan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, mereda diberitakan.
Hal ini juga sekaligus untuk menutupi pemberitaan dugaan keterlibatan istri Kepala Rumah Tangga Cikeas Kombes Purnomo D. Rahardjo yang bernama Sylvia Sholehah alias Ibu Pur, yang diduga berperan mempertemukan pimpinan proyek Hambalang dengan sejumlah vendor.
Hal itu disampaikan Ma'mun Murod Al-Barbasy, bekas Sekretaris Bidang Agama DPP Partai Demokrat yang Jurubicara Pergerakan Indonesia (wadah perjuangan Anas), malam ini (Sabtu, 20/7).
"Saya yakin KPK tidak punya nyali untuk Cikeas. Bagaimana punya nyali, wong Cikeas sepertinya punya banyak kartu mati terkait beberapa pimpinan KPK," tegas dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.
KPK tidak punya nyali terlihat dari ketidakberanian lembaga anti korupsi itu memanggil Pangeran Cikeas untuk dimintai keterangan terkait penerimaan aliran dana dari proyek yang tengah dikerjakan Grup Permai saat Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010 lalu itu.
"Ketidakberanian lainnya terlihat dalam menangani kasus Century. Penanganan kasus Century, kan terlihat hanya main-main saja. KPK mestinya sadar, bahwa rakyat menunggu agar mega kasus seperti Hambalang dan Century dituntaskan setuntas dan setransparan mungkin," demikian Mamun Murod, Sekretaris Umum Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Jakarta ini.[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: