Anak TKI Menerima 2 Penghargaan di Malaysia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 01 Juli 2013, 10:49 WIB
Anak TKI Menerima 2 Penghargaan di Malaysia
rmol
rmol news logo Sebuah prestasi membanggakan berhasil diraih anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bersekolah di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) untuk berpartisipasi dalam 8th Sabah International Folklore Festival (SIFF) 2013.

"Peluang emas itu dilihat oleh guru seni SIKK, Dwi Kristiyanto, yang menginginkan anak didiknya dapat turut serta mewakili Indonesia pada acara yang diselenggarakan rutin setiap tahun oleh Lembaga Kebudayaan Negeri Sabah (LKS) ini," ujar salah satu guru SIKK, Rahmadi Diliawan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, Senin, (1/7).

Dalam kompetisi ini, jelas Rahmadi Diliawan, setiap peserta diharuskan untuk mempersembahkan dua buah tarian, yakni tari tradisi dan tari kreasi. Untuk kategori tari tradisi, para laskar remaja Indonesia mempersembahkan sebuah tarian dari Minangkabau Sumatera Barat yaitu Tari Piring, sedangkan untuk kategori tari kreasi, anak-anak SIKK yang menamakan dirinya Prabu (Prasasti Budaya) mengusung sebuah karya bernama Hyang Purnama, yaitu  tarian yang  menceritakan  tentang kisah anak-anak kecil masyarakat Jawa yang bermain-main pada saat bulan purnama untuk mencegah kedatangan Batarakala.

"Meskipun ini merupakan keikutsertaan mereka yang pertama, tapi anak-anak SIKK mampu menjadi yang terbaik ke-3 di antara 20 grup yang ikut bertanding," ungkap Dwi Kristiyanto yang bertindak sebagai koreografer Tim SIKK.

Tim SIKK yang terdiri dari 5 penari pria, Heriyanto, Harianto, Aswan, Haemudin, dan Risman, serta 5 penari wanita, Misael, Rika, Asmira, Erna, dan Titiek ini berhasil menggondol dua penghargaan yaitu, Anugerah Menteri Pelancongan (Menteri Pariwisata) sebagai tim terbaik ketiga dan Anugerah Penari Pria Terbaik untuk siswa bernama Risman Busman.

"Alhamdulillah perjuangan masyarakat SIKK yang sudah bekerja keras dengan berlatih tanpa mengenal lelah setiap harinya hingga dini hari menjelang hari pertandingan membuahkan hasil yang membanggakan untuk Indonesia," ujar
Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Dadang Hermawan.

Ditambahkannya, SIKK ingin mempersembahkan ini kepada bangsa Indonesia di tanah air, kemenangan ini juga merupakan sebuah bukti, bahwa setiap orang memliki hak untuk berprestasi, walaupun menyandang status sebagai anak-anak TKI, tapi anak-anak kami ini mampu berprestasi di ajang tingkat internasional.

"Selamat bagi tim tari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, sebuah prestasi yang membanggakan bagi Indonesia, Vini Vidi Vici, pertama kali ikut serta langsung mendapat penghargaan, jangan gampang puas teruslah berprestasi di ajang-ajang selanjutnya," ujar Konsul Jenderal Republik Indonesia Sabah di Kota Kinabalu, Soepeno Sahid.

Lomba tari yang digelar di Jabatan Kesenian dan Kebudayaan Negara (JKKN) Sabah pada tanggal 26-27 Juni 2013 ini melibatkan 20 peserta yaitu SMK Lohan Ranau, SK St. Francis Convent Kota Kinabalu, SMK Bukit Garam II Kinabatangan, SK St. Benedict Ranau, SMK Bahang Penampang, SK Ulu Lubai Limbang Sarawak, SMK Chung Hwa Tenom, SK St. Agnes Likas, SK Perempuan Methodist Kuantan, Sekolah Seni Malaysia Kuching, SMK Sapulut Pensiangan, SK Purtrajaya Presint 9, SMK Arshad Kota Belud, SK Sapulut Pensiangan, Sekolah Seni Johor Baharu, Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, SK Lohan Ranau, SMK Narinang Kota Belud, SK Tanjung Batu Tawau, SMK Labuan.

Sejumlah aksi siswa-siswa Sekolah Indonesia Kota Kinabalu dapat Anda lihat pada laman youtube channel sikk_siln dengan alamat www.youtube.com/sikkweb. [rsn]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA