Ramadhan tak mau mengumpat dan mengecam PKS karena menganggap penolakan itu belum sikap resmi. "Kita tunggu saja sikap resmi PKS," ujar Ramadhan kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 7/6).
Menurut Ramadhan, pernyataan mayoritas elit PKS yang menolak kenaikan harga BBM, bahkan juga sudah disampaikan presiden partai tersebut, Anis Matta, masih merupakan pendapat pribadi. Karena Ramadhan melihat, hanya pernyataan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin yang bisa dianggap sebagai representasi sikap resmi PKS.
"Dan Ustadz Hilmi saja memaklumi (kenaikan harga BBM) seperti dikatakan Pak Tifatul. Kita tunggu saja Ustadz Hilmi bicara terbuka. Kita nggak usah terlalu gelisah. Ini masah internal PKS," ucap Wakil Ketua Komisi I DPR ini.
Namun, meski Ustadz Hilmi memaklumi, Anis Matta masih terus mengumbar pernyataan-pernyataan liar. Karena itu, Ramadhan Pohan meminta Ustadz Hilmi untuk menertibkan Anis Matta Cs. Termasuk memerintahkan kader PKS untuk menurunkan spanduk-spanduk penolakan kenaikan harga BBM yang tersebar di berbagai daerah.
[zul]
BERITA TERKAIT: