Pancasila Masih Berupa Slogan Belaka!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 02 Juni 2013, 08:09 WIB
Pancasila Masih Berupa Slogan Belaka<i>!</i>
ilustrasi/ist
rmol news logo . Hadirnya Pancasila sejak Indonesia berdiri menunjukkan kekokohan dan keunggulan nilai serta makna yang dimilikinya. Pancasila adalah sebuah penemuan oleh Bung Karno dan para pendiri bangsa, berangkat dari kenyataan sosial budaya masyarakat.

"Para pendiri bangsa sudah sangat tepat menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, sambil mengatakan bahwa di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai umum sekaligus khusus yang menjadi pengikat bangsa ini; erangkat dari ketuhanan, menghormati nilai dasar kemanusiaan, mengedepankan persatuan,dan menjunjung mekanisme mufakat sebagai karakter dasar bangsa serta keadilan yang menyeluruh.

"Sehingga, menempatkan Pancasila sebagai sebuah ideologi negara merupakan hal yang sudah final dan teruji," kata Fadli Zon beberapa saat lalu (Minggu, 2/6).

Namun sayang, ungkapnya, implementasi makna Pancasila masih jauh dari harapan. Mulai dari ketimpangan keadilan sosial di antara anak bangsa, hingga masih belum sempurnanya proses penegakan hukum. Mulai dari konflik yang sering terjadi, hingga korupsi yang terus merajalela. Semua ini cermin bahwa Pancasila belum sepenuhnya dihayati dan dijalankan oleh para pemimpin negeri ini.

"Pancasila masih berupa slogan. Pancasila masih berupa wacana yang belum menjadi dasar bernegara secara benar," sesal Fadli.

Fadli menambahkan bahwa Partai Gerindra meyakini bahwa Pancasila merupakan pedoman negara menuju kebahagiaan, kesejahteraan, kemerdekaan, dan perdamaian. Sehingga, di hari kelahirannya, 1 Juni, Gerindra menyerukan agar seluruh elemen bangsa, terus berusaha  menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam mengisi pembangunan di negeri ini. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA