Ancaman Korea Utara Retorika Belaka

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 31 Maret 2013, 07:16 WIB
Ancaman Korea Utara Retorika Belaka
kim jong-un dan pembantu militer korea utara/cnn
rmol news logo Ancaman Korea Utara menyerang daratan Amerika Serikat dan meratakan Gedung Putih dengan tanah serta menghancurkan pangkalan militer AS di Hawaii, Guam dan Korea Selatan, dianggap retorika perang biasa belaka.

Ancaman itu disampaikan Korea Utara karena terganggu dengan latihan perang yang digelar AS dan Korea Selatan. Dalam latihan perang tersebut AS mengoperasikan pesawat pengebom anti radar.

"Kami tidak menemukan indikasi pada titik ini bahwa itu (ancaman Korea Utara) tidak lebih dari retorika perang," ujar seorang pejabat senior di Kementerian Pertahanan AS yang kepada CNN meminta agar namanya tidak disebutkan.

Dewan Keamanan Nasional yang memberikan nasihat kepada Presiden Barack Obama mengenai hal ini juga memiliki penilaian yang sama walau tetap menganggap ancaman itu sebagai hal yang serius.

"Tetapi, kami juga mencatat bahwa Korea Utara memiliki sejarah yang panjang dalam hal retorika untuk memperlihatkan keinginannya berperang (bellicose rethoric), dan hari ini pengumuman (Korea Utara) memperlihatkan pola yang sudah umum," ujar jurubicara Dewan Keamanan Nasional Caitlin Hayden. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA