"Pak Hatta memang saat itu bertemu dengan Pak Prabowo. Namun pertemuan itu tidak secara kongkrit membicarakan soal koalisi. Pada prinsipnya, Pak Hatta membuka pembicaraan seluas-luasnya dengan semua pihak, tidak hanya dengan Pak Prabowo," jelas Ketua DPP PAN Bara Hasibuan dalam keterangan tertulisnya (Kamis, 21/3).
Karena itu, wacana menduetkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang yang mengemuka belakangan ini terlalu prematur.
"Perlu diperhatikan juga adanya upaya meloloskan skenario dengan memanfaatkan lembaga survei yang dengan sengaja mendorong kandidat-kandidat tersebut berpasangan," terang Bara Hasibuan.
Saat ini, sambung Bara, PAN hanya fokus pada persiapan Pemilihan Legislatif 2014. Sementara, keputusan koalisi dengan partai-partai politik masih akan menunggu hasil Pemilu Legislatif 2014.
"PAN belum sampai memikirkan kemungkinan koalisi dengan Gerindra atau partai manapun, apalagi dengan siapa nanti Hatta Rajasa berpasangan dalam Pemilu Presiden. Saat ini PAN hanya fokus pada persiapan Pemilu Legislatif 2014," terang Bara.
"Kita semua tahu bahwa hasil Pemilihan Legislatif merupakan faktor determinant bagi Pemilihan Presiden," katanya.
Apalagi, masih kata Bara, Hatta Rajasa sudah ditetapkan sebagai Capres dalam Rakernas Partai Amanat Nasional pada bulan Desember 2011. "Keputusan Rakernas PAN pada Desember 2011 yang lalu belum berubah, bahwa Hatta Rajasa adalah Calon Presiden, bukan Cawapres," tekan Bara Hasibuan.
Sementara itu, pada pertemuan dengan kader eksekutif PAN di Hotel Sultan pada 3 Maret lalu juga sudah sangat jelas, seluruh kader PAN yang duduk di pemerintahan diminta untuk fokus bekerja dan lebih memikirkan kepentingan rakyat. "Itu merupakan arahan umum Pak Hatta ditengah konstelasi politik ditahun 2013 ini," tandas Bara.
[zul]
BERITA TERKAIT: