Sementara di dalamnya tertulis, mereka berempat sedang membahas proyek Simulator SIM di sebuah restoran di Jakarta.
"100 persen pertemuan itu tidak ada. Saya tidak tahu sketsa dari mana berita itu," terang Anas di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (15/3).
Anas menyindir pemberitaan tersebut. Menurut dia, seharusnya dalam membuat sketsa perlu diperhatikan terlebih dahulu kebenarannya. Hal itu agar nantinya yang dimuat di koran apalagi di halaman depan tidak menimbukan opini yang menyesatkan.
"Gambar ini sadisme opini, kejahatan opini saudara-saudari sekalian," Anas geram.
Anas menjelaskan gambar dan isi berita berjudul "Skandal Simulator Kemudi: Pertemuan Jenderal Djoko-Anas Cs Ditelisik" itu salah alias berisi kebohongan.
"Biar tidak jadi fitnah manipulatif dan tidak jadi kejahatan opini, tidak pernah ada pertemuan apalagi kepitingnya," kata Anas.
[dem]
BERITA TERKAIT: