"Karena yang saya pahami, SBY adalah tokoh nasional yang sangat mempercayai ilmu pengetahuan," ujar Board of Advisor CSIS (Centre for Strategic and International Studies) Jeffrie Geovanie kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 15/3).
Karena mempercayai ilmu pengetahuan, sambung Jeffrie, SBY tentu akan mencermati hasil-hasil survei dari sejumlah lembaga survei yang punya kredibilitas, yang selalu menempatkan Joko Widodo pada posisi teratas dibanding tokoh lain, sebagai figur capres yang diinginkan masyarakat.
Apa yang dialami Jokowi, panggilan Gubernur DKI Jakarta itu, sama dengan pengalaman SBY jelang Pemilihan Presiden 2004 lalu.
"Apalagi SBY, juga merupakan tokoh fenomenal yang disukai media dan masyarakat di awal 2004. Mirip-mirip Jokowi saat ini. Baik SBY dan Jokowi menjadi tokoh yang dicintai publik pada masanya masing-masing bukan
by design tapi sangat alamiah," tandas Jeffrie.
[zul]
BERITA TERKAIT: