"Sampai saat ini seluruh DPD-DPC itu loyal kepada keputusan Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Pembina. Anda lihat sendiri kan, nggak ada pergerakan apa-apa," tegas Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 26/2).
Dalam pengamatan Sutan, hanya ada dua kader Demokrat yang mundur mengikuti jejak Anas Urbaningrum. Yaitu, Ketua DPC PD Cilacap Tri Dianto dan Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat Muhammad Rahmat.
"Kalau (Tri Dianto) Cilacap, kalau tidak mundur, dia akan dipecat. Karena sudah lari dari garis kebijakan partai, mengikuti keputusan Majelis Tinggi. Beliau malah melawan. Jadi sebelum dipecat, dia mundur supaya nilai lebih tinggi," ungkap Sutan.
Sutan juga heran dengan tekad Tri Dianto yang mengaku akan mempertaruhkan nyawanya untuk membela Anas. Menurut Sutan, yang harus dibela mati-matian itu adalah Tuhan, Nabi, atau agama.
"Kalau demi orang, kan jadi aneh. Makanya wajar dia mundur. Kalau Rahmad, nggak ada masalah. Bahkan kita mengatakan kalau ada yang tidak sejalan dengan keputusan Majelis Tinggi berpolitik bersih cerdas, santun, ya silakan mundur," tandasnya
[zul]
BERITA TERKAIT: