TEROR DI PAPUA

Istri Tentara Asal Papua Kecam Pernyataan Anggota Komnas HAM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 23 Februari 2013, 10:27 WIB
Istri Tentara Asal Papua Kecam Pernyataan Anggota Komnas HAM
ilustrasi
rmol news logo Pernyataan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai bahwa ketidaksiagaan TNI menjadi salah satu penyebab insiden penembakan anggota TNI oleh kelompok yang diduga Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) di Papua menuai kritik.

Saat ini beredar pesan singkat dari Sofiariyani, istri prajurit TNI di Wamena, Papua yang mengecam pernyataan Pigai tersebut.

"Pernyataan Bapak, amat sangat menyayat hati kami sebagai istri tentara. Suami kami di Papua tidak hanya nongkrong dan tidur.  Suami kami rela jauh dari keluarga demi menjalankan tugas. Suami kami menjaga NKRI agar tetap utuh. Jangan jadikan kematian TNI sebagai kewajaran semata. HARGAI NYAWA SUAMI KAMI," begitu isi pesan singkat tersebut.

Sofiariyani menungkapkan itu setelah membaca pernyataan Pigai di sebuah media online kemarin. Pigai mengatakan, jumlah anggota TNI di Papua mencapai 16.000 orang, dan 200 di antaranya anggota intelijen. Sementara anggota kelompok separatis di Papua diperkirakan mencapai 1.000 orang. "Jadi sisanya pada tidur dan nongkrong. Wajar ditembak," ujar Pigai. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA