Partai Amanat Nasional (PAN) mengutuk keras tindakan brutal yang juga telah menewaskan empat warga sipil tersebut. Ulah sekelompok sipil bersenjata tersebut tidak dapat ditolerir dan pemerintah harus tegas dalam menindak pelaku.
"Namun, bahwa tindakan tegas yang merupakan bagian dari
security approach hanyalah solusi yang bersifat sementara. Untuk menyelesaikan persoalan Papua secara lebih komprehensif, diperlukan pendekatan baru yang menekankan pada dialog," ujar Ketua DPP PAN Bara Hasibuan (Jumat, 22/2).
"Selama puluhan tahun,
security approach merupakan motor utama dalam menyelesaikan konflik di Papua, tapi pendekatan ini terbukti tidak efektif. Tindak kekerasan berlangsung terus, malah intensitasnya meningkat akhir-akhir ini. Saya pikir sudah waktunya dilakukan evaluasi total terhadap kebijakan keamanan di Papua," ujarnya.
Bara juga menilai, terus berlangsungnya konflik menunjukkan ada yang salah dalam kebijakan keamanan di Papua yang sebetulnya merugikan kepentingan nasional.
"Sudah waktunya kita memiliki kearifan dan keberanian untuk mengakui bahwa diperlukan pendekatan baru dalam menangani masalah Papua. Ini berkaitan dengan kepentingan nasional kita, yaitu bahwa rakyat di seluruh pelosok nusantara harus menikmati kehidupan yang damai dan sejahtera dalam bingkai NKRI," kata Bara.
Menurut Bara, apabila pemerintah tidak segera menyelesaikan persoalan Papua secara komprehensif, konflik di Papua akan terus mengakar dan meluas serta menjadi duri dalam daging NKRI. "Lagi-lagi, ini akan merugikan kepentingan nasional kita," tekan Bara Hasibuan.
[zul]
BERITA TERKAIT: